Percaya nggak percaya, 3 Mobil ini Dihinggapi Kutukan Sepanjang Masa!
04 Dec 2018 | Berita 4/5

Percaya Nggak Percaya, 3 Mobil Ini Dihinggapi Kutukan Sepanjang Masa!

Percaya nggak percaya, 3 Mobil ini Dihinggapi Kutukan Sepanjang Masa!

Beberapa orang mungkin memang tak percaya akan adanya sebuah kutukan pada sebuah hal atau benda. Namun percaya tak percaya, hal semacam kutukan tersebut memang cukup meyakinkan hingga tak sedikit juga orang yang menganggap bahwa kutukan memang benar-benar ada.

Seperti halnya yang terjadi pada 3 mobil malang berikut ini yang dianggap pembawa sial atau lebih tragisnya dicap sebagai mobil yang mendapatkan kutukan sepanjang masa. Apa saja mobil-mobil bernasib kurang baik tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.

 

1. Graf & Stift Double Phaeton

Percaya nggak percaya, 3 Mobil ini Dihinggapi Kutukan Sepanjang Masa!
liputan6.com

 

Sebuah mobil Graf & Stift double phaeton menjadi saksi peristiwa besar di dunia, yakni: pembunuhan yang akhirnya melecut sebuah pertempuran global, Perang Dunia I.

Seperti dikutip dari New York Times, pada 28 Juni 1914 putra mahkota Austria-Hungaria Archduke Franz Ferdinand dan istrinya Sophie dibunuh saat berkunjung ke Sarajevo, ibu kota Bosnia. Insiden itu terjadi kala mereka menaiki mobil beratap terbuka tersebut.

Graf & Stift double phaeton dibuat di Australia pada 1910. Mobil itu ditenagai mesin 4 silinder yang menghasilkan 32 tenaga kuda (horsepower). Mobil yang ditumpangi Franz Ferdinand adalah milik Count Franz von Harrach, perwira di korps transportasi Angkatan Darat Austria.

Menurut buku Das Auto von Sarajevo yang ditulis Christian Ortner dan diedit Thomas Ilming menyebut, kala itu, militer Austria menghadapi pengetatan anggaran secara besar-besaran. Jadi, alih-alih naik mobil militer, ia diangkut kendaraan pribadi.

Faktor kendaraan jadi salah satu faktor dalam peristiwa nahas itu. Apalagi, kedatangan Franz Ferdinand tak disambut hangat di Sarajevo. Sebelumnya, sebuah bom yang meledak terlalu dini mengincar nyawanya. Meski Franz Ferdinand lolos, sejumlah pengiringnya harus dirawat di rumah sakit.

Dia mungkin seharusnya menganggap itu sebagai pertanda bahwa sudah waktunya untuk pulang. Namun, ia bersikeras mengunjungi teman-temannya yang luka. Pengemudi mobil yang tidak terbiasa dengan rute tersebut, salah belok. Sopir mengarahkan mobil menuju ke sebuah jalan. Di sana Gavrilo Princip sedang duduk di luar sebuah kafe.

Princip yang merasa dapat kesempatan emas, langsung berdir, bergegas menyibak kerumunan, dan mengarahkan tembakan ke arah Franz Ferdinand. Dia berhasil melakukannya tepat pada waktunya. Suara tembakannya yang mengenai tubuh Ferdinand sekaligus menjadi genderang perang yang terdengar di seluruh dunia.

Baca juga :   Tak Lebih Berat dari Moge, Mobil Mungil ini Ternyata Mampu Berenang

Konon, setelah penembakan Franz Ferdinand, mobil tersebut berpindah tangan ke 15 pemilik selama periode 12 tahun — lalu terlibat dalam kecelakaan yang mengakibatkan kematian 13 orang. Kecelakaan terakhir menimpa sang pemilik seorang baron Rumania, yang celaka saat bepergian menuju sebuah acara pernikahan bersama kelima temannya.

Sang bangsawan dan teman-temannya tewas dalam kecelakaan mengerikan, sehingga mobil tersebut mendapat julukan ‘Death Car’. Menurut mitos, mobil itu setelah insiden penembakan Franz Ferdinand. Kendaraan itu konon jadi “gila” dan ingin membunuh semua penumpangnya. Namun, benarkah demikian?

Faktanya, tak lama setelah pembunuhan itu, Count von Harrach memberikan mobil nahas tersebut ke Kaisar Franz Joseph — yang kemudian mendonasikannya ke sebuah museum di Australia. Thomas Ilming, ahli senjata dan teknologi Austrian Military Museum — di mana mobil itu kini dipajang membantah dugaan bahwa mobil Graf & Stift tak punya gigi mundur (reverse gear) yang memperlambat sopir saat mengubah arah.

Ilming menambahkan, mobil itu punya gigi mundur. “Namun butuh waktu untuk memindahkan giginya, akibat standar teknis pada saat itu,” kata dia, seperti dikutip The New York Times. Lantas, dari mana kisah kutukan itu bermula. Juru bicara museum, Manfred Litscher menduga, rumor tersebut dipicu pemberitaan sebuah korban Inggris.

Ia menegaskan Graf & Stift double phaeton, yang jadi saksi pembunuhan Franz Ferdinand sudah ada di museum tersebut sejak 1914 dan tak pernah digunakan lagi hingga kini.

 

2. Porsche 550 Spyder

Percaya nggak percaya, 3 Mobil ini Dihinggapi Kutukan Sepanjang Masa!
travelchannel.com

 

Kisah mistis ini dikaitkan dengan tunggangan bintang Hollywood ternama yaitu James Dean dengan mobil ikoniknya Porsche 550 Spyder yang berjuluk “Little Bastard”. Pagi itu, Jumat 30 September 1955, James Dean bangun pagi lalu minum kopi. Ia baru saja menyelesaikan pengambilan gambar film ‘Giant’ dan bersiap membawa mobil barunya, Porsche Spyder, menuju lokasi balap pada akhir pekan.

Namun nahas, aktor berusia 24 tahun itu tak sampai adu nyali di lintasan balap. Ia pun meninggal dunia pada pukul 17.45 di Cholame, California, saat mobilnya bertabrakan dengan sedan Ford Tudor di sebuah persimpangan.

Baca juga :   5 Pelanggaran Lalu Lintas yang Paling Sering Dilakukan Orang Indonesia

Setelah kecelakaan, mobil itu berjalan mundur dari belakang truk dan menghancurkan kaki montir yang berdiri di dekatnya. Kemudian, dealer mobil bekas menjual suku cadangnya ke sejumlah pembeli di seluruh negeri.

Lalu, insiden aneh terjadi berlipat ganda: mesin mobil, transmisi dan ban dipasangkan ke sebuah mobil yang kemudian terlibat dalam kecelakaan mematikan. Sebuah truk yang membawa sasis Spyder tergelincir dari jalan tol dan membunuh sopirnya.

Bagian-bagian mobil lainnya lalu lenyap dan tak pernah diketahui keberadaannya.Seperti dikutip dari History.com, karena berbagai kejadikan mengerikan itulah rumor menyebut, bahwa mobil berjuluk “Little Bastard” milik James Dean tersebut disebut sebagai mobil terkutuk.

 

3. Black Volga

Percaya nggak percaya, 3 Mobil ini Dihinggapi Kutukan Sepanjang Masa!
liputan6.com

 

Black Volga atau dalam Bahasa Polandia disebut czarna wołga, adalah sebuah legenda mobil yang menyebar di Polandia, Rusia, Belarus, Ukraina, dan Mongolia, terutama pada dekade 1960-an dan 1970-an.

Konon, sebuah limosin Volga berwarna hitam — atau dalam beberapa kasus disebut merah — diduga digunakan untuk menculik orang, terutama anak-anak. Rumor pun menyebar liar, menyebut bahwa pengemudinya adalah seorang pemuka agama, biarawati, Yahudi, vampir, pemuja setan, bahkan setan itu sendiri.

Mobil itu digambarkan memiliki pelek roda putih, gorden putih atau elemen putih lainnya. Konon, anak-anak diculik untuk diambil darahnya, yang dipakai untuk obat ajaib bagi orang Barat atau Arab yang menderita kanker darah.

Lainnya menyebut, para korban akan dipanen organnya. Ada juga yang mengaitkannya dengan legenda terkenal lainnya tentang pencurian ginjal oleh KGB. Mitos itu kembali muncul pada akhir Abad ke-20. Kali itu, Volga digantikan BMW atau Mercedes, lengkap dengan fitur tanduk yang menggantikan spion.

Dalam versi ini, pengemudi akan menanyai pengguna jalan dan membunuh mereka saat mendekat. Meski kebenaran mengenai rumor tentang mobil yang dianggap terkutuk ini masih samar kebenarannya, namun rupanya tak sedikit pula orang yang mempercayai kisah ini.