Gagal Totalnya Kebijakan Pindah Jalur Mobil di Swedia Ini Cetak Sejarah Lalu Lintas
27 Nov 2018 | Berita 4/5

Gagal Totalnya Kebijakan Pindah Jalur Mobil di Swedia Ini Cetak Sejarah Lalu Lintas

Gagal Totalnya Kebijakan Pindah Jalur Mobil di Swedia Ini Cetak Sejarah Lalu Lintas

Negara-negara di dunia mengadopsi peraturan lalu lintas nya sendiri-sendiri, Indonesia misalnya mewajibkan kendaraan berjalan di sebelah kiri dengan setir di sebelah kanan, negara lain menggunakan peraturan yang sebaliknya.

Sekarang bagaimana jika peraturan tersebut dibalik? Nah ternyata beberapa negara ini pernah merubah peraturan lalu lintasnya, hasilnya tentu saja adalah kekacauan.

 

Gagal Totalnya Kebijakan Pindah Jalur Mobil di Swedia Ini Cetak Sejarah Lalu Lintas
infounik.com

 

Swedia misalnya, pada tanggal 3 September 1967 yang dikenal sebagai Högertrafikomläggningen (disingkat H-Day) memutuskan agar merubah jalur berkendara yang awalnya di kiri jalan menjadi kanan jalan. Dan beginilah kondisi lalu lintas yang berhasil diabadikan waktu itu.

Baca juga :   Catat! 3 Tahun Lagi VW Combi Siap Lahir Kembali dengan Model Futuristik

Lalu kenapa Swedia mesti repot-repot berganti lajur kendaraan? ternyata diantara negara Eropa lain hanya Swedia dan Inggris yang mengemudi di lajur kiri. Menyebabkan kebingungan ketika tetangga-tetangga Swedia seperti Finlandia dan Norwegia berkendara ke wilayah Swedia. Selain itu mayoritas kendaraan di Swedia merupakan kendaraan buatan Amerika Serikat yang memiliki setir di sebelah kiri.

Baca juga :   Pasca Bercerai, Gisel Jual Mobil Mini Cooper Pemberian Gading Martin Senilai 535 Juta, Minat Beli?

 

Gagal Totalnya Kebijakan Pindah Jalur Mobil di Swedia Ini Cetak Sejarah Lalu Lintas
infounik.com

 

Untuk mensukseskan program pindah lajur pemerintah Swedia melakukan sosialisasi besar-besaran di berbagai media, membuat sayembara lagu mengenai pemindahan jalur ini, dan menempelkan poster seperti diatas ke penjuru negeri.

Namun tetap saja ketika hari – H tiba tetap terjadi kekacauan lalu lintas, karena kebanyakan pengendara lupa harus berjalan di lajur mana. Tercatat terjadi 125 kecelakaan non fatal di minggu-minggu pertama penerapan kebijakan ini, namun berangsur-angsur kembali normal di tahun 1969.